Senin, 05 Maret 2018

Ringga Lingga (part1)



Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku masih gugup dan mengendap-endap masuk ke ruang guru di lantai 2 sekolahku. Sejak sebulan ini aku kerap menyambangi ruangan besar penuh meja dan kursi tertata rapi dengan vas bunga dan tumpukan buku di atas meja. Ya, aku berada di ruang guru, sepagi ini. Jam di dinding dekat jendela masih menunjukkan pukul 06.00 dan ruangan masih sepi.
Aku berjalan perlahan menuju meja paling ujung dan menghela nafas sesekali karena gugup. Kuletakkan setangkai mawar merah di meja itu. Aku semakin gugup dan berlari ke luar ruangan. Meja itu adalah meja pak Lingga, guru Fisika yang baru sebulan ini mengajar di SMA tempat ku belajar.
Lingga Pratama, guru baru yang cukup menyita banyak perhatian siswa dan siswi di SMA SEJAHTERA. Usia muda, wajah tampan, dan multi telented. Selain mampu mengajar dengan gaya yang lebih santai dan mudah dimengerti, pak Lingga juga punya kemampuan bela diri serta bermain alat musik. Sesekali pak Lingga menggunakan cara unik agar murid-murid di kelas tidak mengantuk dan bosan saat belajar Fisika. Misalnya, dengan membuat kuis berantai. Satu anak melempar kata kunci dan siswa lainnya menyambung dengan kata kunci lainnya yang saling berkaitan. Pak Lingga memang unik dan menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar