Seperti
pagi-pagi sebelumnya, aku masih gugup dan mengendap-endap masuk ke ruang guru
di lantai 2 sekolahku. Sejak sebulan ini aku kerap menyambangi ruangan besar
penuh meja dan kursi tertata rapi dengan vas bunga dan tumpukan buku di atas
meja. Ya, aku berada di ruang guru, sepagi ini. Jam di dinding dekat jendela
masih menunjukkan pukul 06.00 dan ruangan masih sepi.
Aku
berjalan perlahan menuju meja paling ujung dan menghela nafas sesekali karena
gugup. Kuletakkan setangkai mawar merah di meja itu. Aku semakin gugup dan
berlari ke luar ruangan. Meja itu adalah meja pak Lingga, guru Fisika yang baru
sebulan ini mengajar di SMA tempat ku belajar.
Lingga
Pratama, guru baru yang cukup menyita banyak perhatian siswa dan siswi di SMA
SEJAHTERA. Usia muda, wajah tampan, dan multi telented. Selain mampu mengajar
dengan gaya yang lebih santai dan mudah dimengerti, pak Lingga juga punya
kemampuan bela diri serta bermain alat musik. Sesekali pak Lingga menggunakan
cara unik agar murid-murid di kelas tidak mengantuk dan bosan saat belajar
Fisika. Misalnya, dengan membuat kuis berantai. Satu anak melempar kata kunci
dan siswa lainnya menyambung dengan kata kunci lainnya yang saling berkaitan.
Pak Lingga memang unik dan menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar